Share:

Amanda Dessy Utami

Awal hamil flek coklat hingga harus bedrest. Selama hamil saya adaptasi perubahan bentuk tubuh, perubahan mood hingga mual muntah. Paling senang makan makanan manis. Ketika USG sang janin selalu bersembunyi sehingga sampai hari kelahiran Kami selaku masih ragu jenis kelaminnya walaupun dokter bilang perempuan. Kehamilan pertama ini terbilang mudah tidak mengalami sakit berlebihan, mual muntah secara wajar, bisa mengerjakan pekerjaan rumah hingga pada akhirnya mendekati lebaran sang janin ingin segera keluar dari rahim dan terjadi pembukaan pertama. Rasanya mulas luar biasa padahal baru pembukaan satu yang dikira awalnya kram perut biasa. Tidak ada tanda mau melahirkan baik dari pecah ketuban atau pendarahan. Akhirnya saya dilarikan kerumah sakit di Banjar dekat rumah karena dikhawatirkan dalam waktu beberapa hari mau melahirkan, terlebih sebentar lagi hari libur raya. Ketakutan dan kecemasan saya semakin memuncak dikhawatirkan dokter atau perawat mengambil cuti atau pahitnya rumah sakit atau klinik terbatas yang buka. Keadaan mendekati kelahiran kata dokter usia kandungan saya belum matang terlebih berat badan kurang  yaitu 2.6kg di usia 36 minggu. Sedihnya kepala janin saya masih jauh dari jalan lahir, terlebih sungsang. Jadi saya harus memperpanjang masa usia kehamilan sembari menaikkan berat badan janin minimal menyentuh 3kg. Alhamdulillah full bedrest dirumah mama selama 2 minggu, saya bisa menaikkan berat badan janin sebanyak 3,5kg walaupun saat lahir berat badannya 3,2kg. Karena sudah dipastikan akan melahirkan cesar, Saya dan suami memutuskan untuk melahirkan pada hari rabu, padahal sebelumnya saya sudah siap melahirkan pada hari senin. Tapi kembali kepada takdir kalau kehamilan saya jenisnya air ketubannya sedikit terlebih kepala janin baru berpindah ke bawah. Rasa haru disambut keluarga, tak terkecuali aku.