Share:

Lusia Novita Sari

Kehamilan pertama ini benar-benar pengalaman yang luar biasa dan tidak bisa digambarkan dengan kata-kata bagi aku pribadi. Bagaimana tidak luar biasa? Menjalani kehamilan dengan harus terpisah jauh dengan suami karena suami harus penempatan kerja di luar negeri sementara saya sendiri belum boleh mengajukan izin dari kantor saya bekerja benar-benar suatu yang sangat menantang. Saya sendiri sampai sekarang rasanya takjub bisa melaluinya. Dari kehamilan ini saya belajar untuk bagaimana memberikan afirmasi positif kepada janin saya. Setiap malam bahkan dari usia kehamilan 3 bulan saya selalu sampaikan ke janin saya bahwa saya bersyukur memilikinya dan kalau bukan karenanya saya tidak mungkin dapat melalui ini semua. Setiap membaca pengalaman orang di internet atau mendengar pengalaman teman, pengalaman kehamilan seolah menjadi momok yang menyulitkan, mulai dari mual-mual sampai muntah, lemas dan pusing, susah makan, ngidam yang tidak kesampean, dan sebagainya. Tapi tidak bagi saya, karena rasa-rasanya saya tidak mengalami itu semua. Tidak pernah mual-mual, saya masih bisa bekerja kantoran seperti biasa (malah lebih bersemangat dan saya bahkan bisa melalui ranhkaian tes beasiswa untuk melanjutkan gelar S2 sekalian menyusul suami saya), bahkan saya rasanya ga pernah ngidam yang kepengen banget. Puji Tuhan pengalaman kehamilan ini sangat nyaman dan menyenangkan. Makanya setiap malam saya selalu sampaikan ke janin saya "halo adek terima kasih yah sudah menemani mama hari ini kerja. Terima kasih adek hari ini kooperatif sekali dan mendukung mamanya beraktivitas. Mama bersyukur punya adek. Adek sehat-sehat yah". Meskipun kehamilan ini sangat nyaman dan menyenangkan bagi saya, kadang ada yang membuat baper juga. Semisal ketika awal-awal kehamilan, saya baper ketika melihat ibu-ibu lain ditemani suaminya kontrol. Sebagai solusi mengobati kebaperan saya, akhirnya saya izin ke obyn saya untuk melakukan video call dengan suami saya selama kontrol supaya saya tidak merasa sendirian. Gara-gara kebaperan saya itu juga, akhirnya suami saya malah membocorkan ke ibu saya dan mertua saya. Akhirnya setelah itu, setiap kali kontrol pasti ibu dan mama mertua saya ikut menemani, bahkan terkadang ada adik ipar saya. Karena yang excited menyambut kehadiran bayi kecil ini bukan cuma saya, tapi juga keluarga besar. Ini adalah anak pertama kami dan kebetulan akan menjadi cucu pertama dari kedua pihak keluarga. Dari yang awalnya kontrol sendirian, sekarang tiap kali saya kontrol jadi paling rame. Bayangkan kontrol ke obgyn ditemani ibu, mertua, ipar, dan sambil video call di ruangan dengan suami. Ditambah dokter saya juga talkative, sehingga tiap kali saya kontrol kayaknya yang paling heboh dibanding pasien lain. Puji Tuhan sekali karena selama kehamilan ini saya memiliki support system yang solid. Di usia kehamilan memasuki 7 bulan ini, masih ada sih membuat saya baper, misalnya tiap kali ingin ikut kelas Hypnobirthing pasti tertera harganya per pasangan. Yah sedih saya pasangan saya jauh. Akhirnya saya cuma ikut kelas prenatal yoga dan share video-video bagaimana peran suami mendampingi proses melahirkan yang ada di youtube atau instagram kepada suami saya. Pengalaman kehamilan ini benar-benar mengajarkan saya tentang cinta yang tulus dari seorang Ibu. Saya takjub betapa saya sangat mencintai bayi kecil yang ada dalam kandungan saya ini meskipun kami belum pernah bertemu. Setiap hari rasanya selalu jatuh cinta pada bayi kecil ini. Dan pastinya setelah lahiran nanti, akan semakin jatuh cinta. Makanya saya dan suami sudah bertekad memberikan yang terbaik untuk anak ini, mulai dari memilih rumah sakit yang nyaman untuk bayi kecil ini lahir sampai sudah memikirkan soal pendidikan. Tentunya sampai hal terkecil pun kami juga ingin memberikan yang terbaik, khususnya soal popok. Kami sampai benar-benar membaca dan mendengarkan semua review soal penggunaan diapers karena pemilihan diapers yang salah bisa membuat bayi tidak nyaman dan jadi ruam. Kami tentunya tidak mau bayi kecil ini mengalaminya. Dari berbagai review yang kami baca dan dengar, pilihan saya dan suami pun jatuh kepada Sweety. Baby S pasti nanti senang menggunakaj Sweety. #SweetyAmazingMoment dan #SudahPakaiSweety