Share:

Novia Musmindasari

Dear Sweety, ini adalah kisah cerita Amazing Moment kehamilan ketiga ku. Pada masa kehamilan ketiga ini, aku cukup mendapatkan sebuah ujian yang begitu besar dalam hidup ku. Dimana saat itu kehamilan ku sudah menginjak usia 3 bulan. Saat itu, aku berpikir ini hanya muntah dan demam biasa yang terjadi saat hamil. Tapi ternyata, demam dan muntah ku tidak kunjung sembuh hingga 8hari lamanya. Saat periksa ke dokter, dan dimasa pandemi sperti ini, aku dianjurkan rapid test. Hasil rapid menunjukan, jika aku non-reaktif. Tapi keadaanku semakin parah, hingga akhirnya aku sesak nafas dan pada saat itu suami ku membawa ku ke 3 rumah sakit, yg semuanya penuh. Hingga akhirnya aku dibawa kerumah sakit, yg paling besar di kota ku. Saat itu, aku langsung di rontgen. Dan ternyata, paru-paru ku putih berkabut. Dan aku dianjurkan utk SWAB, namun aku harus masuk ruang isolasi tanpa ditemani siapapun dari keluargaku. Aku pun pasrah, dan keesokan pagi nya aku menjalanai SWAB pertama pd tgl 28Okt2020, dan menjalani SWAB Kedua 29Okt2020. Dan Hasil nya keluar 3hari kemudian. Selama dirumah sakit, aku menjalani transfusi darah sebanyak 2kantong, disana aku hanya seorang diri. Aku hanya bisa video call suami dan kedua anak ku lewat HP. Aku berusaha kuat, aku harus sembuh karena kedua anak ku masih kecil, masih berusia 5tahun dan 3tahun. Hasil Swab pertama keluar, dan hasil nya Negatif. Saat itu, aku bahagia, karena aku kira aku akan pindah ruangan dan boleh ditemani. Namun aku salah, pada Hasil SWAB kedua aku dinyatakan positif Covid. Saat itu hatiku hancur, aku menjadi drop lagi, dan aku menangis sejadi jadinya dirumah sakit. Sesak nafasku kumat lagi, nafsu makan ku hilang, namun beruntung suamiku slalu menguatkan ku. Dia yang menjadi penguat dan penyemangat agar aku sembuh. Akhirnya aku di isolasi selama 11 hari, dan selama 11 hari pula suami ku tidur di dalam mobil, diparkiran rumah sakit. Dia tau aku adalah orang yg penakut, jd setiap malam, dia slalu menemaniku meskipun di parkiran rumah sakit. Yg penting slalu dekat, agar hatiku tenang, itulah yg slalu diucapkan nya utk menenangkan ku. Setiap pagi ia pulang, dan jika sudah jam 5 sore hingga pagi hari ia stand by berada di parkiran rumah sakit. Sungguh pengorbanan suamiku begitu besar, hingga akhirnya aku pun semangat dan harus sembuh dan kuat menjalani isolasi sendirian. Aku mulai makan banyak, semua obat dokter ku minum, hingga pada SWAB ketiga akupun mendapat kabar sudah Negatif , dan boleh pulang. Saat mendapat kabar itu dr perawat, aku pun menangis bahagia, akhirnya aku bisa memeluk suami dan anak-anak ku. Cerita kehamilan ketiga ini, akan selalu menjadi kenangan kekuatan cinta antara aku dan suami ku, pengorbanan yg begitu besar yg ia lakukan demi aku. Janin ku juga kuat bisa melewati ini semua, dan skrg kehamilanku sudah menginjak usia 7bulan. Semoga saat persalinan nanti dimudahkan, dan dilancarkan segala nya, serta baby nya juga sehat. Aamiinn.. itulah cerita Amazing Moment Kehamilan Ketiga ku ini...